Siapa yang tidak tahu Toraja? Sedikit banyak pasti pernah mendengar nama kota ini, bukan? Sebuah kota dengan beragam keunikan dan keeksotisan adat budayanya. Seorang traveller sejati pasti memasukkan kota ini sebagai destinasi tujuan wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan kupas mengenai salah satu suku dari Sulawesi Selatan ini. Mulai dari sejarahnya, melihat keunikan-keunikan yang ada di sana, suku apa saja yang bisa ditemui, kuliner khas hingga objek-objek wisata yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Mengenal Tana Toraja lebih dekat

Suku Toraja adalah suku yang dulunya menetap di bagian pegunungan di sebelah utara Sulawesi Selatan. Mengenai asal-usul suku Toraja, menurut beberapa sumber penelitian sejarah dan arkeolog, mereka berasal dari suku Dong Son yang pernah mendiami Teluk Tonkin di Vietnam Utara dan China Selatan yang kemudian bermigrasi ke Sulawesi Selatan. Hal itu disimpulkan dari pengaruh kebudayaan Dong Son dari rumah adatnya dan kebiasaan masyarakatnya. Selain itu, penemuan benda-benda dari zaman Megalitikum juga menjadi dasar dari pendapat ini.

Berdasarkan legenda orang Toraja sendiri, meyakini bahwa nenek moyang mereka berasal dari langit. Hal ini kemudian menjadi cerita rakyat yang terus disampaikan turun temurun. Cerita tersebut berkisah tentang silsilah nenek moyang mereka yang datang dari langit menuju bumi dan bagaimana kepercayaan Aluk Todolo ditanamkan sebagai pandangan hidup orang Toraja

Berdasarkan sejarah, nama Toraja awalnya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan orang suku Luwu. Suku Bugis Sidenreng menyebutnya to riaja yang artinya “orang yang berdiam di negeri atas”, sementara orang Luwu (zaman Belanda) saat itu menyebutnya to riajang yang artinya “orang yang berdiam di darat”. Versi sejarah lain menyebutkan bahwa nama Toraja berasal dari kata To yang artinya tau (orang) dan Raya yang berasal dari kata Maraya (besar), artinya adalah orang besar atau bangsawan. Kata ini kemudian kelaman menjadi Toraja, sementara kata Tanah atau Tana sendiri artinya adalah negeri.

Sulawesi Selatan awalnya didiami oleh empat suku asli yakni Bugis (sebagai pembuat kapal dan pelaut), Mandar (sebagai pembuat kapal, pedagang dan pelaut), Makassar (sebagai pedagang dan pelaut) dan Toraja (petani di dataran tinggi) dengan perbedaan adat, sosial, budaya dan pemerintahan dan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di sana pada zaman dahulu. Kini daerah tersebut mulai ramai dikunjungi dan memiliki berbagai macam suku dan etnis.

Keunikan yang ada di Tanah Toraja

Suku ini memiliki keunikan tersendiri terutama pada adat istiadat dan kebudayaannya. Bukan hanya itu, banyak situs-situs bersejarah yang masih dipertahankan oleh masyarakat Tana Toraja hingga saat ini. Tentu hal ini adalah sebuah penghargaan dari keturunan-keturunan mereka terhadap peninggalan leluhur dari masa lampau. Nuansa mistik yang menyelimuti daerah ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Mau tahu apa saja keunikan yang ada di Tana Toraja? Berikut ini adalah beberapa daftar yang dapat menjadi referensi wisata sejarah untuk Anda.

  • Adat Rambu Solo 

Rambu solo adalah upacara pemakaman khas suku Toraja yang berbeda dari lainnya. Upacara ini biasanya dilakukan di padang rumput yang luas dan dihadiri oleh seluruh keluarga dan masyarakat. Pemakaman ini dilakukan selama beberapa hari dan berisi suara seruling, nyanyian, puisi dan tangisan sebagai bentuk ekspresi dari pelayat.

Besarnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada status orang tersebut, semakin tinggi derajatnya (kaya) maka semakin besar biayanya. Oleh karena mahalnya biaya upacara ini, tak jarang mayat harus dibungkus dan disimpan dahulu di rumah Tongkonan selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun sampai uang keluarga terkumpul.

Ada tiga jenis pemakaman di suku ini, pertama mayat disimpan dalam peti mati lalu dimasukkan ke dalam goa, atau jika berasal dari kalangan bangsawan biasanya mayat dimakamkan di batu berukir. Jenis ketiga adalah mayat dibungkus/dimasukkan dalam peti kemudian digantung di sebuah tebing atau di pohon besar. Makam-makam inilah yang kemudian menjadi salah satu objek wisata yang jarang sekali dilewatkan oleh para wisatawan. 

  • Adu Kerbau dan Sisemba

Budaya lain yang tidak kalah menarik adalah adu kerbau dan sisemba (adu kaki). Jika adu kerbau yang diberi nama unik-unik ini dilakukan saat upacara Rambu Solo (saat berduka), adat sisemba dilakukan pada masa panen (sedang bahagia). Kedua kebudayaan yang ramai dihadiri oleh masyarakat suku Toraja ini cukup menarik untuk disaksikan. 

  • Ma’ Nene’

Ma’ Nene’ adalah adat istiadat mengganti pakaian jenazah yang sudah dimakamkan selama bertahun-tahun. Mungkin bagi orang lain hal ini terasa menyeramkan, tetapi tidak untuk orang Toraja. Bagaimana tidak, mayat yang sudah dimakamkan bertahun-tahun dikeluarkan kembali untuk diberi baju baru dan didandani, kemudian mayat tersebut digerak-gerakkan layaknya orang yang masih hidup. 

Kuliner Tanah Toraja yang Sayang untuk Dilewatkan

Bicara jalan-jalan tidak akan lengkap tanpa kehadiran kuliner khasnya. Tana Toraja menawarkan beberapa kuliner lezat khas yang mungkin tidak Anda temukan dari daerah lain. Salah satunya adalah Pantollo Pamarrasan. Makanan ini memiliki bumbu khas dari kluwek yang memiliki cita rasa pedas dan lezat. Orang Toraja biasanya memasak Pantollo memakai daging sapi, ikan, babi dan lain-lain.

Bagi Anda pecinta makanan pedas, ada satu menu sambal unik bernama tu’tuk lada katokkon yang dibuat dari cabai terpedas di Tana Toraja. Menu ini cocok sekali dimakan bersama nasi hangat dan menu sayur khasnya tu’tuk utan (berupa daun singkong tumbuk yang dimasak dengn daging). Jika Anda penyuka makanan ekstrem, ada menu RW Pa’tong yang merupakan makanan pedas dan dibuat dari daging anjing.

Salah satu yang sangat terkenal adalah kopi Toraja, jangan lewatkan yang satu ini untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kopi jenis arabica ini memiliki rasa khas yang berbeda dari kopi lokal lain. Bahkan, kopi Toraja ini sudah menjadi komoditi ekspor yang patut dibanggakan. Negara Jepang dan Amerika merupakan negara utama yang sering mengimpor kopi Toraja.

Wisata Tersembunyi dan Paling Banyak Dikunjungi di Tanah Toraja

Toraja yang unik dan eksotik ini memiliki banyak sekali tempat wisata yang menarik dan unik. Salah satunya ada tempat-tempat pemakaman seperti Londa, Ke’te Kesu dan Lemo, yang menawarkan wisata adat bernuansa mistis dan menegangkan. Anda dapat menemui berbagai jenis peti mati, patung-patung yang menggambarkan jenazah semasa hidup, lubang-lubang penyimpanan jenazah, hingga tulang belulang yang tampak berserak. Meski seram, wisatawan yang datang akan selalu mengunjungi tempat-tempat ini.

Tana Toraja juga menawarkan wisata alam yang tak kalah indah dengan tempat lain yang ada di Indonesia. Ada beberapa lokasi air terjun dan danau yang indah dan juga sarat dengan kisah mitos di dalamnya, seperti di Mata Air Tilanga yang konon terdapat Moa atau Belut berkuping kuning yang dapat membawa keberuntungan. Bukan hanya wisata air, pemandangan gunung, desa dan wisata rumah adatnya pun tak kalah menarik. Tempat-tempat wisata ini juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas yang cukup membuat Anda nyaman dan betah berkunjung.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *