Hai, Pikuler!

Setelah sekian lama disibukkan dengan koding-mengoding alias ngurusin website klien, saatnya sekarang saya untuk me-reboot otak ini agar fresh kembali. Ingat Pikuler! Kehidupan kita nggak kerja melulu, sesekali reward your self dengan traveling 😀

Bogor adalah destinasi saya kali ini. Sebagai Traveler yang suka berenang, berkunjung ke Curug memiliki daya tarik tersendiri bagi saya. Bogor memang terkenal dengan surganya Curug. Dari sekian banyaknya Curug di daerah Bogor, ada satu Curug yang terbilang unik dan memiliki nilai keindahan tiada duanya di Jawa Barat yaitu Curug Cikuluwung. Curug ini terletak di Kampung Asih, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Untuk menuju ke Curug Cikuluwung, saya berangkat dari Stasiun Cawang menuju Stasiun Bogor, Setelah sampai di Stasiun Bogor, saya naik Angkot dulu menuju Terminal Laladon, setelah sampai Terminal Laladon, lalu naik Angkot lagi menuju Cemplang. Nah, dari simpang Cemplang ini mulai deh berjalan kaki menyusuri jalanan kampung hingga sampai ke Curug Cikuluwung. Cukup jauh memang, tapi sebanding dengan keindahan yang didapatkan.

curug cikuluwung

Saat sudah sampai di parkiran masuk Cikuluwung, beberapa anak kecil siap mengantar saya menuju Pos Pembelian Tiket. Setelah sampai di Pos Pembelian Tiket, saya akan diwajibkan membeli tiket masuk Rp.20.000 (include sewa pelampung seharga Rp.10.000). Setelah membeli tiket, adik-adik kecil yang mengantarkan saya tadi juga meminta bayaran karena sudah menunjukan saya dimana Pos Pembelian Tiket (sangat tidak disarankan sih kalo sistem wisatanya seperti ini, terkadang beberapa traveler memiliki budget terbatas).

Setelah membeli tiket masuk, kami langsung menuju Curug Cikuluwung, akan tetapi entah kenapa para petugas disana tidak memperbolehkan kami turun ke bawah untuk ke Curug. Mereka bilang, turunnya nanti aja sekitar jam 12.30 saja, kebetulan waktu itu jam 11.20, jadi saya ikuti apa yang mereka katakan. Mungkin saja ini adalah sebuah aturan atau larangan jadi saya mengikuti apa yang mereka sampaikan.

Setelah saya telaah lagi ternyata memang benar, bahwa berdasarkan cerita yang beredar di kalangan masyarakat sekitar, ada jam-jam tertentu untuk para petualang tidak bisa mengunjungi Curug Cikuluwung. Hal ini entah dikarenakan apa, akan tetapi – peraturan ini tetap ada dan dipatuhi oleh masyarakat sekitar. Ternyata Curug ini memiliki cerita mistis juga ya, Pikuler.

curug cikuluwung

Cantik dan eksotik! Itulah dua kata yang tersemat dipikiran saya saat melihat Curug ini. Berada di tengah lembah berbatu alam yang cukup eksentrik, sungainya yang berwarna kebiruan mengalir begitu deras, ditambah dengan kolaborasi kicauan burung di bawah pepohonan nan rindang membuat saya tak mampu berucap lagi. Speechless!!!

curug cikuluwung

Banyak hal yang saya lakukan disini, mulai dari berenang, swafoto , serta cliff jumping untuk uji nyali. Sekedar saran aja nih buat Pikuler – untuk melakukan cliff jumping di Curug ini diharapkan kamu sudah memastikan kedalaman dari sungai tempat kamu jumping, ya. Jangan sampai, ketika kamu sudah terjun, bukan kedalaman air yang didapat, malah batuan terjal keras yang nyambut di bawah air.

Demikianlah sedikit cerita tentang perjalanan saya di Curug Cikuluwung. Bagaimana Pikuler? Kamu pengen juga melihat keindahan serta keseruan petualangan di Curug Cikuluwung yang berada di Bogor, Jawa Barat ini? Nah kalau pengen, segera kamu siapkan waktu libur atau cuti dari rutinitas, siapkan budget secukupnya, berkemas, dan langsung saja berangkat menuju spot petualangan Curug Cikuluwung!

9 Comments

  1. Melina Sekarsari 18th Mei 2020 at 4:03 am

    Wuih! Cantik banget curugnya. Ini pemegang KTP Bogor belum kesini kok ya malah udah duluan. Dilarang saling mendahului loh, wkwkwk …

    Kalau jalan ke curug tuh memang sebaiknya ikuti apa warga sekitar sih. Kan mereka yang paling tahu kondisi curug sehari-hari. Mau yang karena alasan mistis maupun alam. Mungkin di waktu sebelum yang diinfokan itu air dari atas tengah deras ya jadi dikhawatirkan bisa tenggelam.

    Kapan kesini lagi, Uda? Saya ikutan dong, hihihi …

    Reply
    1. Endo Putra - Site Author 18th Mei 2020 at 2:37 pm

      Hehe saya ijin dulu ya Tuan Rumah 😀

      Iya mba bener…lagian waktu juga waktu zuhur jadi bisa sholat dulu baru setelah itu ke curug.

      Habis corona mau jalan2 lagi nih…kuy lah!

      Reply
  2. Ratu Kemala 18th Mei 2020 at 1:25 pm

    Indah banget curugnya
    Duh jadi pengen kejutan di situ hehe

    Reply
    1. Endo Putra - Site Author 18th Mei 2020 at 2:37 pm

      Haha iya mba…airnya jenih dan masih asri

      Reply
  3. Qoty Intan Zulnida 18th Mei 2020 at 3:01 pm

    Curugnya cakep banget, Uda. Biaya masuknya juga terjangkau yaaa. Saya malah baru tahu di Bogor ada Curug seindah ini. Hihihii padahal Deket ya. Tapi kayaknya gak rekomen buat keluarga yang bawa anak kecil ya uda?

    Reply
  4. Malica Ahmad 18th Mei 2020 at 4:10 pm

    Aku nggak diajakin ke sini. Hahaha

    Btw, aku suka lihat airnya yang warnanya kehijauan itu. Eksotis aja. Terus bebatuan yang menjulang itu cantik banget. Kayak di lukisan. Hahaha

    Tapi ngomongin Curug, sepertinya mistis itu melekat banget. Yang di Lombok kan juga gitu. Wkwkwk

    Reply
  5. Sitatur Rohmah 21st Mei 2020 at 6:34 am

    Curugnya cantik banget… sepadan dengan perjuangan menemukannya ya? Mumpung masih muda, belajarlah semua penjuru dunia, nanti kau akan bangga ceritakan ke anak cucu kalau sudah menjelajah ke mana mana

    Reply
  6. Sitatur Rohmah 26th Mei 2020 at 5:07 pm

    Kalau wisata alam asli gini keluarga kami suka juga. Hanya saja kadang medannya nggak memungkinkan. Kapan kapan kalau ada waktu pengen jalan-jalan lagi ke tempat seperti ini ah…

    Reply

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *