Posts tagged bali

Explore Bali Ala Backpacker yang Seru dan Murah

Hai, Pikuler!

Sebagai salah satu tujuan wisata ternama di Indonesia, Bali menawarkan berbagai akses untuk memudahkan wisatawan untuk tiba di sana. Bukan hanya jalur udara, namun juga darat dan laut. Ketika menggunakan jalur darat, tentunya memiliki keuntungan tersendiri bagi para traveler, dimana harganya yang jauh lebih murah dibandingkan jalur udara.

Oke! Pada postingan saya kali ini, saya akan berbagi tentang perjalanan saya menuju Bali bareng teman-teman kantor menggunakan jalur darat. Mau tau total biayanya abis berapa? Yang pasti jauh dibawah 1 juta. Nggak percaya ? Let’s check this out!

Day 1

Saya dan teman-teman kantor mengawali perjalanan dengan naik kereta api di Stasiun Senen pukul 10.15 WIB. Kami menggunakan kereta api ekonomi dengan rute Pasar Senen – Surabaya Gubeng dengan harga Rp 104.000. Lama perjalanan sekitar 15 jam. Iya, 15 jam! Kebayang nggak tuh capeknya :D. Yah, namanya backpackeran apapun itu harus siap menjalani tantangan, ya!

Oh ya, saya sarankan nih sebelum berangkat kita sarapan dulu, terus jangan lupa bawa bekal nasi bungkus, air mineral, cemilan. Karena 15 jam di atas kereta boring banget. Sebenernya di kereta juga ada jual makanan kok, tapi ya harganya jangan tanya deh :p

Day 2

Sekitar jam 01.35 WIB, kami sudah sampai di Stasiun Surabaya Gubeng. Dari Stasiun Surabaya Gubeng ini, kami akan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi menggunakan kereta api Probowangi yang menempuh perjalanan sekitar 7 jam.

Sekitar jam 12.00 WIB, kami sudah sampai di Stasiun Banyuwangi Baru. Dari Stasiun Banyuwangi Baru kami langsung menuju ke Pelabuhan Ketapang. Jarak Stasiun Banyuwangi Baru ke Pelabuhan Ketapang sekitar 15 menit jalan kaki, tinggal keluar stasiun jalan lurus sampai jalan raya, terus belok kanan, nanti ketemu dah pelabuhannya (kalo bingung bisa tanya warga setempat :D).

Sampai pelabuhan, kami langsung beli tiket penyeberangan, harganya Rp. 6.000/penumpang, setelah itu langsung  naik ke kapal. Penyeberangan Ketapang- Gilimanuk sekitar 1 jam dan tersedia 24 jam. Sampai di pelabuhan Gilimanuk sekitar jam 14.00 WIB (jam di handphone udah berubah bertambah cepet 1 jam. Welcome to Bali).

Lanjut, setelah sampai di pelabuhan Gilimanuk, kami segera menuju Terminal Gilimanuk untuk nyari Bus tujuan Ubung, Denpasar. Tarif Bus Gilimanuk- Ubung sekitar Rp. 35.000/penumpang, dan waktu tempuh sampai Terminal Ubung sekitar 4-5 jam. Oh ya, kadang ada calo yang nawarin tarif bus sekitar Rp. 50.000, tetap waspada teman-teman, dan jangan lupa nawar :D.

Sekitar jam 18.00 WITA, kami sudah sampai di Ubung, Denpasar. Sebelum ke penginapan, kami ke tempat rental motor dulu. Motor yang dirental ini bakalan kami gunakan untuk explore keindahan Bali selama 3 hari ke depan. Biaya rental motor Rp. 75.000/hari untuk 1 motor. Syarat rental motornya cukup mudah, hanya menitipkan KTP saja di tempat rental motor tersebut.

Dari lokasi rental motor, kami langsung menuju penginapan yang jaraknya cuma 10 menitan pake motor. Setelah sampai di penginapan, kami langsung mandi dan istirahat.

Day 3

Expore Bali dimulai! Perjalanan pagi kami dimulai dengan mengunjungi Air Terjun Tukad Cepung di Bangli. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih untuk menuju Air Terjun Tukad Cepung dari penginapan. Setelah sampai di parkir kendaraan, sejumlah pemuda desa berpakaian adat Bali mengarahkan kami ke tempat lokasi air terjun Tukad Cepung tersebut. Harga tiket masuk ke objek wisata air terjun Tukad Cepung hanya Rp 12.000/orang.

Akses dari pintu pembelian tiket ke lokasi air terjun tidak begitu sulit, karena sepanjang perjalanan sudah ada petunjuk yang mengarahkan kami menuju ke lokasi. Perjalanan menyusuri jalan setapak menuju air terjun Tukad Cepung sangat menyenangkan, kami disuguhkan nuansa alam dengan balutan hawa yang begitu sejuk. 😀

Setelah bermain air dan mengambil beberapa spot foto di Air Terjun Tukad Cepung, kami melanjutkan perjalanan ke Hidden Canyon Beji Guwang. Wisata yang satu ini merupakan ngarai indah tersembunyi yang dibaluti tebing-tebing terjal dan menantang. Mungkin ini merupakan destinasi paling asyik selama saya di Bali.

Sesampainya di parkir kendaraan, kami langsung menuju di tempat pembelian tiket. Untuk harga tiket per orangnya adalah Rp 125.000,-. Namun, menjadi lebih murah jika rombongan.

Dari pintu masuk menuju arah Hidden Canyon, terlihat tangga beton yang sudah dibangun dengan rapi. Selama menelusuri keindahan Hidden Canyon kami ditemani oleh seorang guide yang baik hati, namanya Wayan.

Setelah menempuh perjalanan 10 menit dari pintu masuk, Bli Wayan memberhentikan langkah kami, dan menyuruh kami melepaskan sandal masing-masing lalu dimasukkan kedalam dry bag yang dibawanya. Soalnya gampang hanyut mengingat derasnya arus sungai.

Keberadaan Bli Wayan ini sangat membantu kami mengingat trek Hidden Canyon ini cukup berbahaya. Bli Wayan tau dimana ‘celah-celah’ batu yang pas untuk berpijak, mana bagian sungai yang dalam dan berarus kencang. Ditambah mereka cukup seru diajak bercanda selama trekking.

Setelah melewati beberapa aliran air yang dangkalnya semata kaki, maka disitulah petualangan menyusuri Hidden Canyon dimulai. Di awal petualangan, kami disambut dengan sungai yang dalamnya 1,5 meter. Bagi saya sih itu bukan tantangan, karena saya termasuk orang yang jago renang. Akan tetapi, beberapa teman saya malah tampak ketakutan karena mereka tidak bisa berenang :D.

Tapi tenang saja, Bli Wayan siap membantu teman-teman saya yang tidak bisa berenang dengan bantuan dry bag yang bisa dijadikan sebagai pelampung.

Tantangan selanjutnya adalah melewati dinding tebing ngarai dimana masing-masing kami sudah harus ‘nemplok’ di dinding tebing untuk menyeberang kesisi lainnya. Kalo ga nemplok dan merayap, pilihannya ya cuma nyemplung. Beneran deh, aktivitas trekking menyusuri Hidden Canyon Beji Guwang ini seru banget. Saya aja pengen balik kesana lagi…hahaha.

Dari Hidden Canyon Beji Guwang, kami lanjut ke destinasi berikutnya yaitu Pantai Melasti Ungasan. Dibutuhkan waktu tempuh 1-2 jam untuk menuju Pantai Melasti. Pantai Melasti merupakan destinasi penutup kami pada hari itu.

Pantai Melasti masih tergolong baru dan modelnya mirip Pantai Pandawa yaitu berada dibalik tebing kapur yang berkelok dan sudah dipotong-potong. Di pantai ini, kami menyaksikan keindahan sunset dari tebing yang sangat tinggi. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa. Mentari sudah mulai menghilang, saatnya kami balik ke penginapan dan beristirahat.

Day 4

Explore hari kedua di Bali. Destinasi kami yang pertama adalah menikmati keindahan sunrise di Pinggan Sunrise Spot Kintamani. Dari penginapan (Ubung) ke Kintamani membutuhkan waktu tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan dengan sepeda motor. Kami harus bangun jam 03.00 pagi demi hunting sunsrise disana.

Sesampainya disana, kami menyaksikan fenomena matahari terbit yang keindahannya tak terbantahkan. Dengan pemandangan desa berkabut berlatar pegunungan yang cantik, kami serasa berada di negeri atas awan (lebay deh! :D).

Setelah mengambil beberapa spot foto yang indah, kami lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu Danau Batur Kintamani. Di danau ini kami menyaksikan pemandangan danau dengan air berwarna hijau kebiru-biruan. Danau yang terletak di lereng Gunung Batur ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika sudah sampai di Kintamani.

Sembari menikmati keindahan alam Danau Batur, kami pun makan siang di warung pinggir danau. Menunya lumayan enak, ikan goreng yang dicocol ke sambal matah. Entah karena kami yang emang udah lapar berat atau memang karena makannya sambil kedinginan di tepi danau, tapi beneran deh rasanya juara. 😀

Setelah makan, kami berkeliling dipinggir danau untuk mengambil beberapa spot foto. Foto yang dihasilkan keren-keren semua karena memang bentang alam Danau Batur sangat indah. Karena keindahannya tersebut, UNESCO menetapkan Danau Batur sebagai kawasan Global Geopark Network. Keren, ya!

Dari Danau Batur, kami berpindah ke Wisata Pura Ulun Danu Batur. Disini kami disuguhi sebuah pura yang umurnya sangat tua. Pura ini terbilang unik, karena mempunyai desain yang menarik dan benar-benar memperlihatkan identitas Bali yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Hindu.

Day 5

Hari terakhir di Bali. Destinasi kami hari itu adalah Tanah Lot – Monkey Forest – belanja oleh-oleh. Pertama kami ke Tanah Lot dulu yang merupakan destinasi wisata paling populer di Bali. Kami sampai di lokasi wisata sekitar jam 09.00 pagi. Dari tempat parkir menuju areal pura Tanah Lot, terdapat banyak toko yang menjual berbagai barang kerajinan khas Bali. Misalnya patung, lukisan, kain pantai, pernak – pernik, dan aksesoris.

Yang unik dari wisata ini adalah pura yang berada diatas batu karang besar. Pada saat air laut pasang, pura akan terlihat berada di tengah laut. Banyak spot foto yang bisa diambil disana. Apalagi dengan nuansa pantai, pasti hasil jepretannya kece badai. 😀

Dari Tanah Lot, kami beralih ke Monkey Forest. Kawasan wisata ini sangat sejuk, karena dibaluti pepohonan hijau yang menjulang tinggi. Biaya masuk Monkey Forest adalah Rp. 80.000/orang. Ketika sudah sampai di dalam kawasan Monkey Forest kami disambut oleh segerombolan monyet yang lucu. Akan tetapi sangat berhati-hati juga, kalo kita sedang membawa makanan ditangan, monyet tersebut bisa mencuri makanan tersebut tanpa sepengetahuan kita hahahah….

Ada kalanya juga menemui monyet iseng yang suka menghampiri traveler lain secara tiba-tiba atau menarik rok. Hihihi… Panik boleh, tapi jangan sampai lari atau berteriak, ya! Karena, si monyet bakal makin iseng. Kami puas-puaskan berkeliling di Monkey Forest dengan mengabadikan setiap momen lucu si monyet.

Lanjut ke destinasi terakhir di Bali, yaitu ke Toko Erlangga. Toko Erlangga merupakan toko yang menjual oleh-oleh khas Bali beralamat di Jl. Nusa Kambangan 157, Denpasar, Bali. Banyak teman yang pernah ke Bali merekomendasikan tempat ini untuk belanja oleh-oleh. Selain lengkap, harganya bisa dibilang tegolong relatif murah.

Yang namanya Bali ya pasti oleh-oleh yang paling legendaris itu adalah “Pie Susu”. Katanya yang paling enak itu adalah “Pie Susu Asli Enaaak” (ini yang paling pertama jualan pie susu). Harganya murah kok, cuma Rp. 16.000/kotak (isinya ada 6 pcs). Selain Pie Susu, saya juga membeli beberapa kacang disko dengan beberapa varian rasa. Kurang saya habiskan Rp. 200.000 untuk belanja oleh-oleh di Toko Erlangga.

Setelah belanja, kami balik ke penginapan dan prepare untuk balik ke Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, lanjut kami Explore Banyuwangi :D.

Tunggu ceritanya perjalanan saya dan teman-teman kantor di Banyuwangi, ya!